HNW juga mengingatkan akan masalah globalisasi. Dirinya meminta agar mereka mampu berpikir dan bertindak global. Ini ditekankan agar generasi muda mampu menjawab tantangan ke depan.
Kembali ke bentuk NKRI disebut HNW sangat penting sebab itu merupakan langkah mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Dari sinilah dirinya mengusulkan 3 April sebagai hari dan bulan NKRI
Di hadapan masyarakat Minahasa Selatan, provinsi Sulawesi Utara, Wakil Ketua MPR RI E. E. Mangindaan menegaskan, sejak dahulu para pendiri bangsa
Bukan hanya itu agenda Pemilu adalah tunggal yaitu untuk memilih pemimpin bangsa. Agenda pemilu bersifat nasional, karena itulah segenap peserta pemilu tidak perlu lagi mempersoalkan konsensus nasional kebangsaan dan kenegaraan yang sudah final disepakati.
Hidayat mengungkapkan peran tokoh Masyumi, Mohammad Natsir, yang mengembalikan dari Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui Mosi Integral
Hal tersebut dikatakan HNW dalam pemaparan Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan sekitar 200 lebih peserta Kajian Fiqsos Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bertema `69 Tahun Mosi Integral Mohammad Natsir, Kekuatan Politik Islam Pembentuk NKRI`
Hidayat Nur Wahid MA, mengajak generasi millenial yang tergabung dalam Komunitas Ladang Amal (Kalam) menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Syukur
Pernyataan itu dikemukakan Sesjen MPR, saat menyampaikan pidato kebangsaan, dihadapan peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I, dan Seminar Kebangsaan Mahasiswa Pancasila (Mapancas). Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR, DPR dan DPD Senayan Jakart
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak ratusan warga Kelurahan Pasar Manggis dan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi, menyanyi lagu ‘Mars Hari Merdeka’ dan ‘Syukur
Anggota MPR Rambe Kamarul Zaman mengatakan dalam UUD dan UU disebutkan tentang pemilu yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia.