Republik Islam Iran mengatakan, kesabarannya juga berakhir setelah Eropa gagal melindungi Iran dari efek sanksi.
Sikap Paus Fransiskus terhadap nuklir berseberangan dengan Paus Yohanes Paulus II. Pada pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1982, Paus Yohanes Paulus II menyebut nuklir sebagai kejahatan yang diperlukan.
Pernyataan itu dia sampaikan saat mengunjungi lokasi jatuhnya bom atom nuklir Amerika Serikat di Nagasaki, Jepang, yang menewaskan puluhan ribu jiwa dalam akhir Perang Dunia II.
Iran mencoba untuk melindungi kepentingan nasionalnya sesuai dengan peraturan internasional.
Duta Besar Iran Kazem Gharibabadi mengatakan sebuah detektor untuk peledak nitrat berbunyi ketika inspektur berusaha memasuki pabrik pengayaan uranium Natanz pada 28 Oktober.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memuji prestasi Iran dalam program rudal balistiknya meskipun ada beberapa dekade sanksi yang diberlakukan Washington.
Pernyataan Pompeo itu tak lama setelah Teheran mengumkan akan memulai kembali pengayaan uranium di situs tersebut sebagai bagian untuk mengurangi kepatuhan di bawah kesepakatan nuklir 2015.
Keengganan Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam konferensi tersebut merupakan kendala utama dalam membentuk zona bebas senjata nuklir seperti di Timur Tengah.
Iran menekankan bahwa tindakan balas dendamnya dapat dikembalikan seperti semula begitu Eropa menemukan cara praktis untuk melindungi perdagangan bersama dari sanksi AS.
Korea Utara memberikan waktu AS hingga akhir tahun untuk memudahkan sikapnya terhadap negara itu.