Di sisi lain, dukungan untuk Gibran usai debat kemarin juga berasal dari partisan partai politik di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM). Saat ditanya cawapres mana yang tampil paling baik saat debat kemarin, sebanyak 44,4 persen pemilih PDIP memilih Gibran.
Kolaborasi antara KPU Bawaslu dan DKPP di satu pihak, kemudian di lain pihak juga dukungan kuat suara Parlemen, plus gerakan ekstra Parlemen dan yang terpenting adalah keberanian 204 juta pemilih untuk menyatakan kemerdekaan, kebebasan dan kegembiraannya untuk memilih.
Donan Abad Abdullah, Komandan TKN Pemilih Muda memilik pandangan soal pemimpin muda. Seperti apa?
Pemilih di Pulau Jawa mencapai 115.373.669 orang atau setara dengan 56,33% dari total jumlah pemilih diseluruh Indonesia.
KPU harus melakukan audit keamanan IT secara menyeluruh, memperkuat perlindungan data-data pemilih agar tidak disalahgunakan saat pemilihan suara nanti.
Di era kemajuan teknologi, serangan siber harus bisa diantisipasi. Harus ada jaminan keamanan data pemilih pemilu agar pesta demokrasi kita bisa berjalan lancar, aman dan damai. Keamanan data pribadi pemilih juga mutlak untuk dilindungi.
Kebocoran data pemilih di KPU bisa berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan kepada penyelenggara pemilu, bahkan legitimasi dan integritas penyelenggaraan pemilu juga berkurang.
Afiliasi mereka pada Gibran sebagai politisi baru sangat muda, melupakan kontroversi yang ada di pusat, akhirnya itu cukup menyentak akar rumput pemula dan muda.
Ada 204,8 juta pemilih yang ada di DPT (di mana) 56 persen di antaranya adalah para generasi muda, para kelompok milenial, 56 persen itu adalah sekitar 117 juta (orang) mereka yang masih masuk dalam kelompok pemilih muda yakni mereka yang berumur sekitar 17-40 tahun, bahkan separuhnya dari itu ada kelompok generasi Alfa atau generasi Z yang umurnya sekitar baru pertama memilih, 17-24 tahun.
Pemilih muda yang suaranya berkisar antara 53-54 persen di Pemilu 2024 ini, sangat berpengaruh pada pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.