Yamaha membuat perubahan besar untuk kedatangan Rossi pada tahun 2004, tetapi telah terjebak dengan konsep empat silinder Inline sejak saat itu.
Pebalap Yamaha Valentino Rossi menilai Ducati melakukan perkembangan cepat dalam memperbaiki motor mereka, sehingga dalam tiga balapan terakhir Ducati selalu mendominasi.
Laga San Marino memang sempat menjadi ajang yang dianggap pesimistis bisa meraih podium di sirkuit yang ia sebut salah satu yang tersulit di dunia.
Tak hanya Rossi yang meraih posisi grid kurang memuaskan. Marc Marquez berada di peringkat kelima setelah sempat mengalami kecelakaan di kualifikasi.
Rider asal Italia itu juga menganggap karakter dan pengalaman membantunya untuk menangani masalah yang sedang dihadapi Yamaha lebih baik daripada Vinales.
Lorenzo telah memenangkan tiga balapan, termasuk Grand Prix Austria akhir pekan lalu, dan telah menjadi pebalap Ducati teratas di klasemen di belakang Marquez dan Valentino Rossi dari Yamaha.
rider asal Italia itu belum pernah meraih podium saat balapan di sirkuit tersebut. The Doctor hanya pernah mampu finis di posisi keempat sedangkan pada tahun lalu ia finis di posisi ketujuh.
Namun ternyata usulan rider 46 tahun itu tak kunjung di dengar oleh pabrikan Yamaha tersebut, bahkan menurut Rossi, Yamaha malah acuh terhadap masukan tersebut.
Duo rider Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales harus puas di posisi kedua dan ketiga di belakang Marquez
Sementara Rossi mengatakan posisinya tidak mencerminkan potensi dirinya, ia mengakui bahwa kurangnya daya tarik, terkait dengan permasalahan elektronik lama Yamaha, telah banyak merugikannya.