Upaya bersama menjaga anak-anak agar tidak menjadi korban stunting perlu dilakukan. Hak anak harus diberikan secara penuh termasuk hak atas makanan bergizi
Kementan terus mendorong pemenuhan protein hewani bagi masyarakat dengan produksi dalam negeri. Hal ini dilakukan dengan terus meningkatkan produksi ternak serta memberikan ragam pilihan protein hewani bagi masyarakat dari produk daging, susu dan telur.
Anak-anak yang menderita stunting tidak hanya menghadapi masalah tinggi badan dan perkembangan otak, tetapi berpengaruh ke ekonomi mereka saat dewasa.
Selain Hari Lahir Pancasila, tanggal 1 Juni juga dikenal sebagai Hari Susu Dunia. Untuk itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak seluruh anak Indonesia untuk mengonsumsi susu.
Produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) juga dinilai masih rendah, yaitu 8-13 lite per ekor/hari.
Pemerintah bersama seluruh stakeholder akan terus berupaya melakukan terobosan untuk meningkatkan populasi sapi perah dan produksi susu di Indonesia yang berbasis korporasi.
Pemberian protein hewani tidak harus mengeluarkan biaya yang mahal, setidaknya ada empat sumber protein hewani yang baik dikonsumsi dan mudah didapat seperti susu, telur, ikan dan daging ayam
Produk ini menjodohkan susu berkualitas tinggi dan gula aren premium untuk menghasilkan minuman kekinian bercitarasa unik
Peningkatan populasi sapi perah dengan menerapkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) untuk replacement induk.