Wanita yang meninggal berusia 90-an dan memiliki sejumlah kondisi kesehatan yang mendasarinya, kata pejabat kesehatan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (4/9).
WNA tersebut diketahui telah berada di Selandia Baru selama 10 tahun, terinspirasi oleh kelompok militan ISIS, dan telah dipantau oleh pemerintah terus-menerus, menurut keterangan PM Selandia Baru, Jacinda Ardern.
Seorang perempuan di Selandia Baru meninggal dunia usai mendapatkan suntikan vaksin Pfizer. Menurut keterangan Dewan Pemantau Keamanan Independen Vaksin Covid-19, penyebab kematian itu ialah miokarditis atau radang otot jantung.
Dewan pemantau keamanan vaksin COVID-19 independen menganggap bahwa kematian wanita itu karena miokarditis, yang diketahui sebagai efek samping langka dari vaksin Pfizer COVID-19.
Dari kasus hari Minggu, 82 dilaporkan di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, dan yang lainnya di ibu kota, Wellington.
Mayoritas kasus yang dikonfirmasi dalam wabah tersebut adalah etnis Samoa yang terkait dengan Gereja Majelis Tuhan Samoa.
Penguncian nasional level 4 diperpanjang tiga hari hingga tengah malam pada 27 Agustus sementara Auckland, pusat wabah, akan memberlakukan pembatasan setidaknya hingga 31 Agustus.
Warga Selandia Baru hidup tanpa pembatasan sampai Ardern memerintahkan penguncian nasional tiga hari pada Selasa setelah kasus baru ditemukan di kota terbesar Auckland, yang pertama di negara itu sejak Februari.
Bagi mereka yang berasal dari Indonesia akan dimintai hasil tes COVID-19 negatif dengan sampel yang diambil maksimal 72 jam sebelum keberangkatan dari laboratorium yang disetujui pemerintah.