Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, balita Indonesia yang mengalami stunting adalah sebesar 30,8 persen
Di tengah Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan pentingnya daya tahan tubuh bagi anak dalam menghadapi pandemi, ada fakta miris yang terjadi.
Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai turut berimbas pada layanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya adalah layanan kesehatan yang diperuntukkan bagi balita untuk imunisasi.
Kecelakaan tunggal terjadi di Kalimalang. Sebuah mobil nyemplung, 1 korban tewas dan 1 balita hanyut dibawa arus.
Total bayi balita yang mendapatkan pelayanan dari Rumah Sehat Baznas di tiga desa mencapai 46 bayi balita.
Penambahan kasus positif di Kota Samarinda itu adalah satu dari tiga kasus positif baru yang diumumkan oleh tim Gugus Tugas
Program “Unhan Peduli” sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi di tengah wabah Covid-19 benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
Data terakhir di laman publikasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyebutkan bahwa dari 83.145 balita di Kalimantan Timur, terdapat ada 17.432 balita stunting.
Selain APD, hand sanitizer, dan desinfektan, juga prioritaskan sembako, kebutuhan balita, perempuan, dan manula.