Kita memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak, namun SDM yang mumpuni untuk mengolah lahan yang luas masih menjadi PR bagi kita.
Dengan kapasitas lebih besar, tentu ini mengefisiensikan waktu penanaman dan feeding bibit di lahan saat penanaman, tambah Agung. Alsintan ini mampu menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan SDM pertanian di Indonesia.
Peluncuran jagung manis Perkasa F1 ‘Buah Besar dan Manis Tahan Lama’ ini bagian dari upaya kami melayani dan menjadi ‘Sahabat Petani yang Paling Baik`.
Politisi PKB ini menerangkan, dana sebesar Rp 30 triliun itu baiknya digunakan untuk membangun pabrik pupuk diseluruh wilayah di Indonesia, agar kemandirian para petani bisa tercipta.
Dijelaskannya, ada tiga faktor kunci dalam pembangunan pertanian. Pertama adalah peneliti sebagai produsen inovasi teknologi. Kedua, ada petani sebagai user teknologi, orang yang memanfaatkan teknologi untuk menggenjot produktivitas.
Peran penyuluh sangat luar biasa dalam mendampingi petani agar mau dan mampu mengimplementasikan inovasi teknologi para peneliti untuk menggenjot produkvitas dan produksi pertanian.
Mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), maupun mahasiswa yang kuliah dengan biaya sendiri bisa menjadi amanusi dalam pembangunan kelapa sawit ke depan.
PLTS untuk irigasi menjadi salah satu apikasi langsung teknologi solar rooftop yang sangat membantu para petani.
Kebutuhan jagung nasional saat ini masih kurang, sehingga kita harapkan dengan semakin banyak petani taman jagung, produksi nasional bisa mencukupi.
Berada di Gowa tapi mampu mengaliri petani di Jeneponto