Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menerima anugerah Indonesia Award 2018 dari INews TV dalam kategori apresiasi sebagai lembaga perekat nasionalisme kebangsaan
Mohamad Nasir mengklaim lebih dari 50 persen perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, tidak memahami empat pilar kebangsaan.
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengingatkan seluruh elemen bangsa agar waspada terhadap tantangan kebangsaan internal yang sekarang tengah dihadapi bangsa Indonesia.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri kegiatan Gebyar Kebangsaan dengan tema Pemuda-Pemudi Indonesia Peduli Kemanusiaan
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) sambangi kegiatan Kemah Kebangsaan para anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) bertema `Bersatu Dalam Perbedaan` yang diikuti sekitar 500 an anggota Menwa perwakilan berbagai perguruan tinggi se Jabodetabek, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Jumat (26/10/2018).
Baginya yang paling penting dalam kehidupan masyarakat tertanam rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, memperkuat gotong royong, dan menjaga kerukunan dalam bingkai NKRI.
Selain mengancam tenun kebangsaan, lanjut Bachtiar, berita hoaks juga berpeluang memperuncing konflik horizontal antar sesama anak bangsa. Padahal perbedaan aspirasi politik dalam Pilpres 2019, merupakan bagian dari proses demokrasi.
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membeberkan alasan pencabutan izin seminar kebangsaan, yang rencananya akan diisi oleh Sudirman Said
Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Eza Gaghana dalam sambutan menuturkan sosialisasi merupakan momentum untuk memantapkan Empat Pilar sebagai sarana menghadapi tantangan kebangsaan. `Apresiasi kepada MPR
Kirab Satu Negeri yang membawa pesan perdamaian menjaga NKRI ini, diisi dengan kegiatan seperti diskusi dan nongkrong kebangsaan bersama semua elemen di Kota Bima, penanaman pohon mangrove di Kupang, sampai mengunjungi panti muslim dan non-muslim di Sulawesi Utara.