KPK telah menetapkan Tannos sebagai tersangka sejak 13 Agustus 2019. Namun, KPK belum bisa menangkap Tannos karena ia berada di Singapura.
Sebab Abdul Wahid diduga menerima uang dari pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRT Hulu Sungai Utara, Maliki dalam rangka pengurusan jabatan.
Penggeledahan itu untuk mencari alat bukti terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Bupati nonaktif Hulu Sungai Utara, Abdul Wahid.
Bahkan, Nurul Ghufron menyatakan tengah mendalami adanya pihak yang diduga memperkaya diri sendiri maupun korporasi dalam pelaksanaan Formula E.
Beleid tersebut tidak membatasi KPK dalam menangani perkara korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum mau pun penyelenggara negara.
Ihwal pemberian fee atas izin kuota minuman beralkohol itu mengemuka dari pemeriksaan pemilik PT Danisa Texindo, Semi Djaya Effendi.
Aswad Sulaiman saat menjabat sebagai Bupati Konawe Utara periode 2007-2009 dan periode 2011-2016 diduga menerima suap Rp 13 miliar.
Permintaan pengunduran itu setelah RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penahana Abdul Wahid terhitung sejak hari ini sampai 7 Desember 2021. Dia bakal mendekam di rumah tahanan (rutan) KPK pada Gedung Merah Putih.
Abdul Wahid diduga telah menerima uang sebanyak Rp18,9 miliar.