Selain kepercayaan publik, menurut Presiden, seorang pemimpin juga memerlukan dukungan dan kerja sama dari seluruh komponen bangsa.
Menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan tidak pasti serta dipenuhi dengan suasana turbulensi, maka memperkokoh kedaulatan negara dengan kembali pada Pancasila. Tentu, perlu tekad bersama, membutuhkan kerjasama, semangat kejuangan, dan sumbangsih positif, serta keterlibatan semua elemen bangsa tanpa kecuali dan tanpa syarat.
Generasi muda bukanlah pelengkap kelompok masyarakat, penduduk usia muda, yang merupakan mayoritas populasi di Indonesia, berperan penting dalam menentukan perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Potensi inilah yang akan terus kami sampaikan ke rakyat, bahwa sesungguhnya mereka memiliki sosok calon presiden yang memiliki keunggulan kualitatif, yang bisa menjawab tantangan masa depan bangsa dan negara.
HNW : Kuatkan Fitrah Pesantren, Majukan Umat, Bela Bangsa dan Negara
Ketua MPR Ajak Perkuat Ideologi Pancasila di Kalangan Generasi Muda Bangsa
Dorong Kemampuan Literasi Anak Bangsa untuk Kualitas SDM Nasional yang Lebih Baik
Ini langkah yang tidak relevan dalam rangka membangun ketahanan energi nasional, apalagi dikaitkan dengan NDC (national determined contribution) 2030 dan program NZE (net zero emmision). Ini namanya pembangunan yang tidak selaras dengan prioritas kebutuhan bangsa (national interest).
Era Digitalisasi Pengembangan SDM Jadi Tantangan Bangsa
Indonesia mengangkat tema ‘Asean Matters: Epicentrum of Growth’, sebuah tema yang beresonansi kuat dengan ASEAN. Tema tersebut menandakan komitmen bersama dan pentingnya kerja sama ASEAN untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menjawab berbagai tantangan regional dan global serta menegaskan kembali posisinya sebagai episentrum untuk kemakmuran bangsa Asean.