Saya memang sudah sering datang ke sini, merasa dekat dengan keluarga besar (ponpes) Tebuireng. Dan saat libur ini saya keliling silaturahmi lebaran dengan sahabat sahabat lama saya. Pembahasannya ya yang ringan-ringan saja, melepas rasa kangen ya.
Hari Raya Idul Fitri atau hari Lebaran identik dengan makanan enak. Setiap keluarga biasanya punya menu makanan khusus yang hanya dimasak tiap kali Lebaran tiba.
Idul Fitri dapat dimaknai sebagai hari kemenangan yang mempersatukan. Idul Fitri mampu menghadirkan kebahagiaan karena menjadi momen berkumpul dengan keluarga dan kerabat.
Lebaran bisa menjadi momen berkumpul keluarga, saudara dan teman. Di tengah momen inilah, beberapa orang menyiapkan hidangan lezat yang bisa dinikmati bersama keluarga di rumah. Nah, berikut ini adalah beberapa tips merayakan Idul Fitri yang lebih baik dan lebih sehat untuk keluarga. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.
Alhamdulillah, hari ini, saya bisa kembali bersama keluarga, berkumpul. Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas salah saya dan ucapan terima kasih kepada Kalapas Cipinang, Jakarta Timur, yang telah menerima saya dengan baik di sini, memberikan pembinaan, tentu saja saya merasa banyak pelajaran.
Beliau (Ketua MPR RI) kumpul bersama keluarga di rumahnya di Bali. Beliau ingin fokus bersama keluarga, kami stafnya tidak ada yang ikut kecuali pengawal pribadi (walpri).
“Di Istana Yogya, (bersama) keluarga dan perangkat,” kata Heru Budi Hartono, Minggu (1/5).
Keduanya mengucapkan syukur karena tahun ini masyarakat dapat mudik dan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Dengan asumsi jika jumlah yang mudik sekitar 85 juta orang dan rata rata per keluarga tiga orang, maka jumlah yang mudik lebih kurang 28 juta keluarga. Jika rata-rata per keluarga membawa minimal Rp1 juta saja maka uang yang mengalir ke daerah paling sedikit Rp28 triliun, jika membawa rata-rata Rp1,5 juta/keluarga maka potensi perputaran di kisaran Rp42 triliun