Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa tanggal 19 Desember telah ditetapkan pemerintah sebagai Hari Bela Negara (HBN) berdasarkan Keppres Nomor 28 tahun 2006.
HBN merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia guna memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada tahun 19 Desember 1948.
Kala itu, banyak pahlawan dan Indonesia, termasuk Mr Syafruddin Prawiranegara yang rela mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Para pekerja migran Indonesia sebagai representasi bangsa, yang menjadi cerminan sikap dan karakter bangsa Indonesia.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan selain pentingnya kehadiran Pokok-Pokok Haluan Negara dalam amandemen terbatas UUD NRI 1945
Divisi foundry Barata Indonesia melakukan ekspor ke negara-negara Amerika Utara seperti Amerika Serikat, Meksiko dan juga Kanada
Kedua negara itu memperingatkan bahwa dialog untuk menyelesaikan ketegangan nuklir tidak boleh mundur.
Mestinya saat Rohadi mencabut itu, dan mengatakan sebenarnya ada keterlibatan oknum tersebut, negara segera hadir untuk memproses nama-nama yang ia sebutkan
Beberapa alasan dikemukakan Nurdin antara lain, yang menjadi prioritas untuk diperhatikan negara saat ini bukanlah amandemen UUD
Jumlah jurnalis yang dibunuh di negara-negara yang dianggap damai masih sangat tinggi.
Pengajuan gugatan adalah hal biasa dalam sistem perdagangan internasional. Sebagaimana Uni Eropa yang juga pernah mengajukan gugatan perdagangan ke WTO terhadap berbagai negara
"Trikora adalah bagian dari usaha awal Negara Indonesia untuk mengkolonisasi West Papua," ujar Rico Tude