Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta tidak mengikuti jejak Presiden Jokowi untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Sebulan menjelang pendaftaran Capres dan Cawapres, PDIP menyebut hingga saat ini belum ada penantang yang cukup kuat untuk Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini Presiden Jokowi tidak akan memilih Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Sebab, Mahfud diyakini tidak dapat mendongkrak elektabilitas Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019.
Sejumlah kiai Jatim enggan mendukung Mahfud jika maju sebagai cawapres Jokowi.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap berkoalisi dengan Partai Demokrat sekaligus menerima Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang.
Mahfud MD disebut bukan kader asli Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu menjadi alasan NU enggan memberikan dukungan kepada Mahfud sebagai calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.
Sejumlah kiai Jawa Timur enggan memberikan dukungan kepada Mahfud MD jika maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi, di Istana Batu Tulis, Bogor, Minggu (8/7). Apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut?
Partai Gerindra setuju dengan usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2019 mendatang.
Di kota Bogor, relawan Sahabat Rakyat Tetap Jokowi menggelar kegiatan silaturrahimnya di lokasi CFD di sepanjang Jalan Sudirman hingga ke Lapangan Sempur, Bogor.