Pembunuhan terhadap wartawan Saudi di Konsulat Istanbul melanggar Konvensi Vienna 1963 tentang Hubungan Konsuler.
Presiden Turki Erdogan bertekad untuk mengungkap rincian pembunuhan wartawan Arab Saudi
Klaim Arab Saudi bahwa Khashoggi telah mati dalam sebuah perkelahian, bukannya sengaja dibunuh adalah pengakuan pertama Riyadh atas kematiannya setelah dua minggu penyangkalan bahwa ia terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah telah menutup-nutupi tersangka dalam dugaan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Menurut Trump, kecaman dunia internasional terhadap Saudi dengan tudingan terlibat pembunuhan sangat disayangkan, mengingat belum ada bukti satu pun yang mendukung tudingan tersebut.
Setelah berbincang dengan Raja Salman, Trump berkata sang monarki `menyangkal keras mengetahui soal pembunuhan. Dia benar-benar tidak tahu.`
Politisi Partai Republik itu mengingatkan, jika Saudi terbukti benar berada di balik pembunuhan tersebut, maka AS terancam kehilangan kredibilitas hak asasi manusia (HAM).
Politisi Partai Buruh, Emily Thornberry mengatakan, sudah ada cukup bukti untuk menunjuk hidung Saudi sebagai dalang dari kasus dugaan pembunuhan tersebut.
Turki mengatakan kepada pejabat AS bahwa mereka memiliki rekaman yang membuktikan pembunuhan jurnalis Saudi di Konsulat Istanbul.
Pembunuhan Jamal Khashoggi merupakan ancaman besar bagi para pembela hak asasi manusia dan para pembangkang Arab Saudi di mana pun di dunia ini.