Uni Eropa menyuarakan ketidaksetujuan terhadap pemerintah baru Afghanistan yang dikuasai kelompok Taliban, pada Rabu (8/9).
Qatar menyerahkan kursi kepresidenan Liga Arab kepada Kuwait menjelang pertemuan kelompok berikutnya yang diagendakan pada Kamis mendatang.
AS dan sekutu Kelompok Tujuh (G7) sepakat mengoordinasikan tanggapan mereka terhadap Taliban, dan Washington memblokir akses Taliban ke cadangan Afghanistan.
Kelompok militan garis keras telah mendesak warga Afghanistan untuk bersabar, memberikan waktu untuk membentuk pemerintahan sebelum memenuhi tuntutan rakyat.
Berdasarkan unggahan di media sosial, anggota Taliban berdiri di depan gerbang kompleks gubernur Provinsi Panjshir, setelah bertempur selama akhir pekan dengan Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA), yang dipimpin oleh Panjshiri Ahmad Massoud.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua terus melancarkan aksinya melalui berbagai penyerangan terutama terhadap aparat keamanan TNI/Polri.
Delegasi Taliban, yang dipimpin salah satu pendiri kelompok itu Mullah Abdul Ghani Baradar, berterima kasih kepada pejabat PBB atas kelanjutan yang dijanjikan dari bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan ingin berbicara dengan kelompok Taliban yang saat ini menguasai pemerintah Afghanistan.
Qatar muncul sebagai lawan bicara utama antara negara-negara barat dan Taliban, setelah mengembangkan hubungan dekat dengan kelompok militan itu dengan menjadi tuan rumah kantor politiknya sejak 2013.
Al-Houthi membuat klaimnya saat pertempuran di Kegubernuran Marib terus meningkat