Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melanjutkan kegiatan diseminasi program Tes Kemampuan Akademik (TKA), menjelang pelaksanaannya pada November mendatang.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Medan, Sabtu (27/9) lalu.
Satuan pendidikan diminta segera menuntaskan pendaftaran peserta didik yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini, sebelum ditutup pada 5 Oktober 2025 mendatang.
Kemdikdasmen menekankan urgensi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen objektif untuk mengukur potensi dan kompetensi siswa.
Dalam sejumlah uji coba, konsumsi blueberry ditunjukkan mampu meningkatkan hasil tes kognitif. Peningkatan terlihat baik pada tugas-tugas memori jangka pendek maupun pengendalian impuls dalam situasi penuh tekanan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) jadi sarana objektif untuk mengenali keragaman kemampuan murid.
Ratusan murid jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA) dari berbagai satuan pendidikan di kota dan kabupaten Magelang hadir dalam kegiatan Diseminasi Program Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menjadi langkah strategis untuk memetakan dan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) memberikan apresiasi pada pihak yang memberikan dukungan atas penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Proses penelitian melibatkan dua metode uji. Pertama, bagian luar botol diuji dengan tes ATP untuk mendeteksi sisa organik, lalu bagian dalam dibilas untuk menghitung jumlah bakteri hidup yang menempel.