Keputusan Negeri Paman Sam itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan karena dilAkukan pada saat dunia sedang fokus memerangi virus corona (COVID-19.
Trump, bagaimanapun membutuhkan virus corona dan China untuk dijadikan kambing hitam atas lesunya perekonomian Paman Sam, jelang pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.
Sanksi itu disebut masih kelanjutan dari upaya Paman Sam untuk menekan Teheran setelah Presiden AS, Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral Iran 2015 pada Mei 2018.
Paris sudah lama mengeluh tentang perusahaan digital Paman Sam yang mangkir membayar pajak yang cukup atas pendapatan yang diperoleh di Prancis.
Bukti bahwa ketegangan masih tinggi antara kedua negara, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan Paman Sma sudah merusak kepercayaan antara kedua negara.
Sanksi yang diumumkan pada Jumat (20/12) itu membekukan semua properti dari dua hakim di bawah yurisdiksi AS dan melarang warga Paman Sam berurusan dengan mereka.
Rouhani mengecam sanksi dan tindakan terorisme ekonomi yang dijadikan Paman Sam sebagai senjata untuk mendominasi dan memaksakan tuntutannya sendiri yang tidak sah di negara-negara lain.
Keputusan Paman Sam tidak memiliki dampak hukum dan jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Gedung Putih belum menghubungi Rusia terkait inisiatif tersebut. Namun dipastikan, Paman Sam akan menghubungi Moskow untuk menjelaskan keinginan dan maksud negara tersebut.
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengatakan, perusahaan lokal sudash diperingatkan tentang sejauh mana sanksi Paman Sam terhadap Republik Islam itu.