30 hari setelah diluncurkan, teleskop James Webb akhirnya tiba di posisi final di ruang angkasa, lokasi di mana teleskop itu akan mengamati alam semesta.
Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA mengklaim proses pasca peluncuran teleskop James Webb, sejauh ini berjalan mulus tanpa kendala.
Teleskop terbesar yang pernah ada, James Webb, akhirnya resmi diluncurkan pada Minggu (26/12) kemarin dari Guyana, Prancis. Penerbangan teleskop seharga US$10 miliar ini ke orbit berlangsung kurang dari setengah jam.
Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA membubung dari Guyana Prancis di pantai timur laut Amerika Selatan, mengendarai roket Ariane Eropa ke langit pagi hari Sabtu.
Batuan tersebut berasal dari gunung berapi, yang kemungkinan merupakan produk dari aliran lava purba. Setelah batuan ini dibawa pulang ke Bumi, diharapkan NASA dapat menentukan waktu batuan itu terbentuk.
Pesawat ruang angkasa NASA mencetak momen bersejarah, setelah berhasil untuk pertama kalinya menembus atmosfer luar Matahari.
NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa yang membawa Misi Dart, yang bertujuan membelokkan orbit asteorid, supaya bebatuan besar itu tidak menabrak Bumi.
Wahana antariksa itu, dijuluki Lucy dan dikemas di dalam kapsul kargo khusus, lepas landas sesuai jadwal dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida pada 05.34 EDT (5.34 sore, waktu Singapura).
Wahana antariksa yang dikemas di dalam kapsul kargo khusus, lepas landas dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida pada pukul 5.34 pagi, dibawa oleh roket Atlas V dari United Launch Alliance (UAL), sebuah usaha patungan Boeing Co dan Lockheed Martin Corp.
Dalam suratnya kepada Administrator NASA Bill Nelson, Bezos mengatakan tawaran itu akan menjembatani kekurangan dana yang menyebabkan badan antariksa itu memilih hanya satu kontraktor, bukan dua yang kemudian akan bersaing satu sama lain.