Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) terus melakukan sosialisasi berbagai kebijakan strategis, termasuk pembelajaran mendalam (deep learning), koding dan kecerdasan buatan, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Tetap berinovasi dan menguasai pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi saat ini.
Kemkomdigi resmi mengajukan izin prakarsa penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengaturan kecerdasan artifisial (AI).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak generasi muda menguasai kecerdasan artifisial (KA), di tengah pesatnya laju perkembangan teknologi digital.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kemampuan intelektual di atas rata-rata memiliki kecenderungan lebih besar untuk menganalisis secara mendalam. Karena itu, mereka kerap terjebak dalam proses berpikir yang panjang sebelum mengambil keputusan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) akan mengimplementasikan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai mata pelajaran pilihan yang dimulai dari jenjang kelas 5 SD, SMP, hingga SMA mulai pada semester ini.
Kebutuhan perusahaan terhahdap data kian siginifikan di era digital. Bagi korporasi, data sangat berguna untuk kebutuhan marketing, peningkatan penjualan, hingga ekspansi dan aksi korporasi lainnya.
Tantangan yang dihadapi oleh TNI ke depan diantaranya pertama, peningkatan kemampuan tempur berbasis teknologi mutakhir, termasuk penguasaan drone tempur, siber, dan kecerdasan buatan.
Selama ini video game kerap mendapat cap buruk karena dianggap bisa menurunkan konsentrasi dan kecerdasan anak. Namun, sebuah studi besar justru menunjukkan bahwa bermain game bisa berdampak positif terhadap IQ.
Sebuah studi besar yang melibatkan hampir 10.000 anak mengungkap bahwa anak yang lebih sering bermain game menunjukkan peningkatan IQ yang signifikan dibandingkan teman sebayanya.