Pengusiran itu diumumkan Kamis malam (Jumat waktu setempat), dua hari setelah Kepala Bantuan PBB memperingatkan bahwa blokade bantuan yang dilakukan pemerintah, menyebabkan ratusan ribu orang di Tigray mengalami kelaparan.
Militer Israel mengatakan, lebih dari 1.000 warga Palestina telah berkumpul di sepanjang pagar Israel di Gaza, membakar ban dan melemparkan alat peledak.
Wilayah Mediterania yang ramai, rumah bagi sekitar 2 juta warga Palestina, telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.
Akses ke tanah serta tidak adanya pasar terbuka untuk produk, termasuk peluang ekspor, sudah menjadi masalah besar karena blokade Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah mencegah masuknya peralatan medis canggih sejak Maret 2015, ketika Riyadh bersama dengan beberapa sekutunya menyerbu Yaman untuk membawa rezim yang didukung Riyadh kembali berkuasa.
Laporan yang dikeluarkan oleh Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) kepada Sidang Umum, mencakup tahun-tahun antara 2007 dan 2018.
Arab Saudi terus menemukan cara untuk mengakhiri blokade di Qatar, tetapi semua tetap bergantung pada penanganan masalah keamanan.
Pada 2017, Arab Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA) Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Doha dan memberlakukan blokade laut, darat dan udara di negara kaya gas itu.
Sekitar satu juta pengungsi Palestina di Gaza menghadapi kekurangan makanan
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, keduanya sudah dikarantina di Rafah, sebuah kota dekat perbatasan Mesir, sejak kedatangan mereka pada Kamis (19/3).