Bandara tidak hanya menjadi pintu masuk dan keluar, tetapi juga wajah pertama dan terakhir Indonesia di mata dunia.
Bepergian ke luar negeri sering bikin kita bingung soal barang bawaan. Kalau kebanyakan, pasti repot di bandara dan bisa kena biaya tambahan.
Israel Dilarang Masuki Pelabuhan Turki, Wilayah Udara Juga Dibatasi
Layanan ini tentunya akan mempermudah proses administrasi bagi penumpang saat keberangkatan maupun kedatangan di bandara karenanya kita tentu berharap lewat layanan digital ini tak hanya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan juga pariwisata nasional.
Bung Hatta adalah tokoh yang sejak awal kemerdekaan telah memikirkan tentang bagaimana rakyat Indonesia bisa hidup layak melalui penyediaan tempat tinggal yang manusiawi. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa rumah bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi bagian dari hak dasar warga negara.
Setiap 25 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan panjang mewujudkan hunian layak bagi seluruh rakyat.
Perbaikan sektor imigrasi dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pariwisata nasional terlebih dengan dukungan kebijakan imigrasi yang ramah wisatawan serta peningkatan kualitas layanan imigrasi di bandara dan pelabuhan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.
Nama Achmad Soebardjo mungkin tidak setenar Soekarno atau Hatta di buku sejarah sekolah, namun kontribusinya terhadap kemerdekaan dan diplomasi Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah diplomat ulung, perumus kemerdekaan, dan Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia.
Tanggal 16 Agustus 1945 menjadi saksi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dua tokoh penting, Soekarno dan Mohammad Hatta atau Sukarno Hatta, "diculik" oleh para pemuda yang dipimpin oleh Soekarni Kartodiwirjo atau Sukarni ke Rengasdengklok, Karawang, demi satu tujuan: mempercepat proklamasi kemerdekaan.
Prabowo menyebut mereka memandang bahwa pemikiran para pendiri bangsa seperti Ir. Sukarno, Hatta, dan Sjahrir tidak cocok di zaman ini.