Alternatif untuk mengatasi meningkatnya konsumsi gula adalah dengan memanfaatkan secara maksimal sumber gula dari bahan non tebu.
Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar mendesak Kemendag segera memutuskan untuk menyerap hasil produksi petani tebu di tanah air. Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para petani tebu di tanah air.
Selain beras, ubi-ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu pangan lokal yang bisa dimaksimalkan ialah singkong yang merupakan pangan berkarbohidrat sebagai alternatif pengganti beras.
Terkendalanya penyediaan bibit tebu yang bersertifikat dan unggul di dalam negeri inilah yang membuka peluang untuk dilakukannya importasi benih tebu dari negara tetangga.
Syahrul memprediksi akan terjadi panen tebu di sejumlah wilayah Tanah Air pada Mei dan Juni mendatang. Jumlahnya bisa mencapai 500.000 ton hingga 600.000 ton.
Pernyataan mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu didukung prediksi akan terjadi panen tebu.
Ketersediaan molases tebu yang berlimpah berpeluang untuk mendatangkan keuntungan pada biokonversi menjadi etanol. Molases ini memiliki kadar gula yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 50%.
Kegunaan batang sorgum manis sama dengan tebu, karena mengandung kadar gula tinggi, yang dapat menghasilkan etanol melalui proses fermentasi.
Seperti diketahui, fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya gula menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sudah mulai terasa.
Seharunya keputusan untuk mengimpor gula sudah dipertimbangkan jauh-jauh sebelumnya, bukan pada saat musim giling tebu.