Mengenaskan, demikian kata-kata yang pas untuk menggambarkan nasib kolam renang yang kurang dari satu tahun lalu digunakan untuk arena Olimpiade Rio 2016.
Pada SEA Games 2015, renang Indonesia hanya merebut satu emas.
Pemerintah akan terus mendukung karena membentuk prestasi itu bukan jangka pendek melainkan jangka panjang.
Fadlan Prawira (Aquarius Bandung) dinobatkan sebagai perenang terbaik senior putra, sedangkan perenang terbaik putri Anandia Treciel Vanessae Evato (Belibis Pekanbaru).
Hasil yang diraih Alamzah kali ini mengalami peningkatan yang begitu besar dibandingkan 2015
KRAPSI kali ini diharap bisa muncul bibit-bibit muda berprestasi.
Felicia Angelica dinobatkan menjadi perenang terbaik Untuk KU1 putri, Azzahra Permatahani perenang terbaik KU 2 putri.
Azzahra Permatahani kembali memecahkan rekor nasional dan sudah mengoleksi 5 medali emas.
Mereka merupakan atlet yang selama ini mendapatkan pantauan dan beberapa di antaranya sudah turun di PON 2016.
Penjelasan Komisi Penyiaran Indonesia soal tayangan renang yang di-blur sama sekali ndak memuaskan. Apologetik dan ndak memuaskan.