Khashoggi, seorang kolumnis The Washintong Post dan merupakan warga negara Saudi, tewas dibunuh pada 2 Oktober di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.
Perangkat lunak yang dibuat oleh Israel keamanan cyber erusahaan itu digunakan Arab Saudi untuk melacak wartawan yang dibunuh Jamal Khashoggi.
Arab Saudi memberi tahu Turki bahwa mereka akan membayar kompensasi finansial kepada keluarga dan tunangan Turki wartawan Saudi, Jamal Khashoggi yang dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 02 Oktober lalu.
Turki mengatakan bahwa jasad jurnalis Jamal Khashoggi telah dihancurkan tak lama setelah dibunuh dan dimutilasi, di Konsulat Arab Saudi, Istanbul.
Tanggal 02 November menyimpan begitu banyak peristiwa sejarah, mulai dari peristiwa membanggakan seperti pembangunan pesawat terbesar hingga peristiwa duka dimana dua wartawan Prancis diculik dan dibunuh.
Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa Khashoggi telah dicekik kemudian dipotong-potong, tak lama setelah kolumnis The Washington Post tersebut memasuki Konsulat Arab Saudi, di Istanbul 2 Oktober lalu.
Delapan belas hari yang lalu, wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post dibunuh dengan cara pertumpahan darah yang brutal.
Klaim Arab Saudi bahwa Khashoggi telah mati dalam sebuah perkelahian, bukannya sengaja dibunuh adalah pengakuan pertama Riyadh atas kematiannya setelah dua minggu penyangkalan bahwa ia terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Penuntut Umum Saudi, yang menyebut bahwa sebelum dibunuh, Khashoggi sempat cekcok dengan sejumlah orang.
Turki percaya bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat Saudi setelah perjuangan selama delapan menit. Mereka percaya Khashoggi meninggal karena dicekik.