Tim Baznas terlebih dahulu melakukan swab test untuk memastikan aman dari Covid-19 sebelum diberangkatkan.
Kementerian kesehatan Bahrain mengumumkan bahwa pengiriman vaksin Pfizer-BioNTech bulan Januari ke negara bagian Teluk Bahrain tidak akan tiba tepat waktu.
Aturan tersebut akan berlaku mulai pukul 23.59 pada 24 Januari, sebagai bagian dari langkah perbatasan yang lebih ketat untuk mengelola risiko kasus COVID-19 yang diimpor.
Pembangunan rumah sakit itu dilakukan di tengah lonjakan infeksi di sebuah kota di selatan Beijing.
Syarief Hasan, menyoroti efektifitas langkah Pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19.
Vaksinasi itu diluncurkan ketika negara terpadat di dunia setelah China mencoba mengendalikan pandemi COVID-19 yang dimulai dengan dua suntikan yang diproduksi secara lokal.
Bocah Latrobte, Pennsylvania itu menderita Sindrom Peradangan Multisistem (MIS-C), suatu kondisi yang tampaknya hanya memengaruhi pasien virus korona yang lebih muda.
Pfizer awalnya mengatakan pengiriman berjalan sesuai jadwal, tetapi kemudian pada Jumat (15/1) mengumumkan akan ada dampak sementara pada pengiriman pada akhir Januari hingga awal Februari
Komite Darurat WHO, yang terdiri dari 19 ahli independen, mengadakan pertemuan keenam dalam setahun karena jumlah kematian global akibat pandemi mencapai dua juta di antara lebih dari 90 juta kasus.
kematian global akibat COVID-19 melampaui 2 juta pada Jumat karena Amerika Serikat terus menghadapi lonjakan kasus dan kematian baru.