Ibas: Perlukah PPHN? Sebagai Jangkar, Layar, dan Kompas Masa Depan Bangsa Hadapi Gelombang Global
Di tengah gemerlapnya panggung sepak bola Eropa, tak sampai menyilaukan mata beberapa pesepak bola Muslim.
Hari itu langit tampak syahdu. Masjid Nabawi dipenuhi lautan air mata. Umat Muslim berkumpul atas panggilan Baginda Rasulullah SAW yang dalam kondisi sakit dan lemah, usai menunaikan Haji Wada`—ibadah terakhir sebelum wafat.
Sepeninggalan Ronaldo dan Messi, kini rivalitas baru muncul. Kali ini, ajang adu koleksi gol antara Kylian Mbappe dan Mohamed Salah menarik perhatian ratusan juta pasang mata di seluruh dunia.
Dari sirkuit jalanan di Eropa hingga arena global yang canggih dan megah, Formula 1 telah melewati berbagai era dan tantangan.
Dalam dua dekade terakhir, nama Red Bull tak hanya merujuk pada perusahaan minuman energi global. Merek asal Austria ini juga dikenal sebagai salah satu pemain dalam gurita bisnis sepak bola.
Setiap tanggal 15 Mei, dunia memperingati Hari Keluarga Internasional, sebuah momentum global yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1993. Namun, peringatan ini bukanlah satu-satunya yang layak dicatat di kalender.
PUIC harus bangkit melampaui resolusi dan komitmen, hadir bukan hanya sebagai forum diplomasi, tetapi sebagai penggerak perubahan, menjadi katalisator dalam mengatasi tantangan nyata.
Mendorong Parlemen Anggota PUIC dan masyarakat global untuk mengadvokasi pemerintah mereka demi upaya diplomatik terpadu dalam tatanan politik internasional—termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum multilateral lainnya—untuk mendesak semua Negara untuk menjatuhkan sanksi dan mengisolasi Israel.
Mengingat kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian. Indonesia dan Pantai Gading perlu untuk melakukan perluasan perdagangan ke pasar baru.