Penunjukkan Ismail Sabri setelah Raja Malaysia bertemu dengan raja-raja Melayu di Kuala Lumpur.
Politisi berusia 61 tahun itu ditunjuk oleh Raja Abdullah untuk menggantikan Muhyiddin Yassin, yang mengundurkan diri pada 16 Agustus 2021 lalu setelah kehilangan suara mayoritas di parlemen.
Muhyiddin mengundurkan diri setelah kehilangan mayoritas suara parlemen, terpecahnya aliansi, berjuang melawan meningkatnya infeksi Covid-19, dan ekonomi yang melemah.
Muhyiddin hanya menjabat selama 17 bulan di kursi perdana menteri. Ini merupakan masa kepemimpinan terpendek dari seorang pemimpin Malaysia.
Sultan Ibrahim merilis pernyataan itu pada Selasa malam (10/8), hari yang sama umat Islam di seluruh negeri merayakan tahun baru dalam kalender Islam.
Jumlah kasus COVID-19 baru di Malaysia pada Kamis melewati angka 20.000 untuk pertama kalinya, karena negara itu mencatat rekor jumlah infeksi harian untuk hari kedua berturut-turut.
Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi menarik dukungannya kepada Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan pemerintahan Perikatan Nasional.
Desakan mundur untuk Muhyiddin mengemuka pasca Raja Malaysia mengeluarkan teguran atas pencabutan status darurat Covid-19, tanpa terlebih dahulu memberi tahu raja.
Raja Al-Sultan Abdullah memutuskan bahwa keadaan darurat adalah untuk menangguhkan pemilihan negara bagian untuk mencegah peningkatan lebih lanjut dalam penyebaran COVID-19.
Langkah Pemerintah Malaysia mencabut Ordonansi atau Peraturan Darurat terus menuai kecaman. Salah satunya juga datang dari Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi.