PLN memberikan bantuan dapur umum melalui 2 unit foodtruck yg memproduksi total 2.500 porsi per hari untuk mensupply kebutuhan makan pengungsi dan relawan di Desa Candipuro dan Desa Penanggal (Relokasi dari Desa Supiturang) Lumajang.
SiCepat Ekspres sebagai salah satu perusahaan jasa ekspedisi asli Indonesia menyadari akan adanya masalah dan kebutuhan modal usaha bagi para pelaku UMKM terutama para member SiCepat yang biasa disebut Sahabat SiCepat.
RUU ini sangat dibutuhkan masyarakat yang secara ekonomi terdampak covid-19 dan berbagai bencana alam lainnya, karena dapat membantu kebutuhan pokok masyarakat, menguatkan solidaritas sosial.
Rekomendasi tersebut muncul setelah Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) tentang imunisasi mengadakan pertemuan pada Selasa (7/12) untuk mengevaluasi kebutuhan booster COVID-19.
Bukti saat ini menunjukkan plasma darah pasien yang telah pulih dari COVID-19 tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi kebutuhan akan ventilator.
Bantuan yang disalurkan untuk tahap pertama kepada warga terdampak berfokus pada kebutuhan pangan berupa beras, mie instan, air mineral, dan sarden kaleng.
Menaker mengatakan bahwa para pekerja menggunakan BSU tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-sehari di masa pandemi COVID-19.
Isu kebutuhan pangan yang akan semakin meningkat di kemudian hari sudah banyak diprediksi para ahli.
Ironinya, pada kenaikan harga ini, konglomerat pemilik perkebunan kelapa sawit sedang dibanjiri uang hasil ekspor sawit. Sementara di saat yang sama rakyat kecil ‘berkabung’ akibat kebutuhan pokok naik tinggi. Apalagi harga minyak goreng yang melambung tak mampu dibendung.
Menurut dia, sikap yang diperlihatkan Presiden Jokowi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia lebih mendahulukan kepentingan bangsa ketimbang kebutuhan internasional.