Lebih dari 500 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilpres 2019.
Berikut ini kata-kata yang bikin masyarakat terhenyak tapi tak sedikit yang tersenyum. Nah, mungkin akan bikin bingung lagi ahli bahasa untuk mengudek-udek kamus besarnya.
Rakyat harus dijelaskan bahayanya ambisi berkuasa Jokowi dan PDIP yang berpotensi meninggalkan semangat persatuan.
Memilih pemimpin bukanlah seperti membeli kucing dalam karung. Agar negara tak terperosok ke ambang kehancuran, ia harus didasarkan pada pertimbangan yang jelas dan terukur.
Bagi masyarakat yang sehat, pasti melihat sejumlah prestasi yang ditorehkan oleh presiden Jokowi sepanjang empat tahun memerintah. Salah satu prestasi yang dilakukan Jokowi adalah pemerataan pembangunan.
Pernyataan Presiden Jokowi terkait politik Genderuwo dan sontoloyo bak menepuk air terpercik ke muka sendiri. Sebab, masyarakat tidak punya kapasitas untuk menjadi Genderuwo atau sontoloyo.
Pernyataan Presiden Jokowi terkait politik Genderuwo dinilai salah satunya ditujukan kepada Prabowo Subianto. Dimana, politik Genderuwo adalah politik yang menakut-nakuti masyarakat dan menebarkan pesimisme.
Dari Tanah Suci Makkah, Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengingatkan Presiden Jokowi bertindak adil dalam menegakkan hukum di tanah air.
Bergabungnya Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara Jokowi-Ma`ruf Amin dinilai bisa membawa keuntungan dan kerugian bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu pada Pilpres 2019 mendatang.
Jokowi juga sempat menjajal Gesits di sekitar halaman Istana, dengan menggunakan helm hitam dan Gesits berwarna merah menyala.