India telah melaporkan lonjakan kasus di atas angka 60.000 selama tiga hari berturut-turut, meskipun kenaikan pada Senin masih di bawah puncak bulan September yang lebih dari 90.000 kasus per hari.
Stok vaksin Covid-19 terancam tidak mencukupi, mengingat adanya embargo India selaku negara produsen. Hal ini disebabkan lonjakan kasus Covid-19 di negara itu, sehingga vaksin yang diproduksi tidak bisa disalurkan.
India melaporkan lonjakan kasus Covid-19 terburuk sejak Oktober 2020. Kini total kasus di negara tersebut menjadi lebih dari 12 juta untuk pertama kalinya.
Dhaka mendesak New Delhi mempertahankan pasokan rutin untuk memerangi pandemi.
Dari jumlah tersebut, 1 orang meninggal di India karena sakit dan 2 orang memutuskan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi karena memiliki Iqomah/izin tinggal di Arab Saudi.
Sejak memulai perjalanan pada pertengahan Januari, India telah memberikan 36 juta dosis vaksin, yang sebagian besar merupakan suntikan AstraZeneca yang dikembangkan dengan Universitas Oxford dan secara lokal dikenal sebagai Covishield.
Pengiriman pertama berasal dari pengiriman satu juta dosis vaksin AstraZeneca Serum Institute India (AZSII).
Serum Institute of India, salah satu pembuat vaksin terbesar di dunia, akan mengirimkan dosis vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca ke Inggris.
SII, produsen vaksin terbesar di dunia berdasarkan volume, memproduksi secara massal vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, untuk lusinan negara miskin dan berpenghasilan menengah.
COVAX adalah program yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia untuk menyediakan vaksin bagi negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.