Presiden terpilih Joe Biden telah mengisyaratkan kesediaan untuk mengembalikan AS ke perjanjian nuklir 2015 yang bersejarah dengan Iran jika Iran menunjukkan kepatuhan dengan ketentuan perjanjian.
Sanksi AS telah melumpuhkan ekonomi Iran tetapi sejauh ini belum mengarah pada pembukaan negosiasi kesepakatan nuklir baru antara Iran dan AS.
Lima ilmuwan nuklir Iran peringkat atas telah menjadi sasaran upaya pembunuhan sejak 2010
Pernyataan itu muncul dua hari setelah Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi mengatakan pasukan keamanan negara telah menemukan banyak petunjuk baru tentang pembunuhan Fakhrizadeh baru-baru ini.
Uni Eropa (UE) tetap berniat untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran
Seruan untuk membalas dendam atas pembunuhan ilmuwan nuklir top Iran semakin keras dengan serangkaian demonstrasi yang diadakan di seluruh negeri
Mohsen Fakhrizadeh merupakan ilmuwan nuklir dan pertahanan bergengsi yang martir di tangan penjahat dan tentara bayaran yang kejam.
Iran menuduh musuh bebuyutan Israel berusaha menabur kekacauan dengan membunuh Mohsen Fakhrizadeh yang berusia 59 tahun dan secara tegas menyiratkan bahwa negara Yahudi itu bertindak dengan restu AS.
Seorang ilmuwan nuklir Iran yang telah lama dicurigai oleh Barat sebagai dalang program senjata atom rahasia dibunuh di dekat Teheran
Nyawa Fakhrizadeh, yang memimpin organisasi penelitian dan inovasi Kementerian Pertahanan Iran akhirnya tidak tertolong saat di rumah sakit.