Lima belas petugas dari Explosive Ordnance Disposal Bureau (EOD) bekerja sepanjang malam untuk meredakan bom perang 450 kg
Pada bulan ini saja, Taliban mengklaim melakukan dua serangan teroris besar di ibu kota Afganistan. Ledakan bom bunuh diri pada Sabtu menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai sekitar 200 lainnya
Pihak penjinak bom berhasil mengangkat dan memindahkan bom tersebut ke tempat aman, hingga pembangunan kembali dilanjutkan.
Pemngeboman terjadi seminggu setelah pasukan bersenjata Taliban menyerang Intercontinental Hotel di ibukota Afghanistan, menewaskan 22 orang, termasuk empat orang Amerika.
Kelompok teroris juga melakukan serangan teror di wilayah Ngomakoura, namun tak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Dia mengatakan jumlah korban masih belum diketahui, namun memastikan kendaraan milik LSM itu terbakar oleh ledakan.
Sementara bom kedua meledak tak lama kemudian saat orang-orang tengah menolong korban bom pertama.
Sepasang pelaku bom bunuh diri menewaskan lebih dari dua lusin korban jiwa di Baghdad, Irak.
Juga yang terakhir serangan bom kereta bawah tanah New York baru-baru ini dalam merupakan contoh terorisme di AS atau aksi ekstrim kanan dan rasisme.
Bentrokan baru pecah Rabu malam di kota utara Siliana, di mana pemuda melemparkan batu dan bom molotov ke pasukan keamanan. Polisi menanggapi dengan gas air mata.