Perum Bulog sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang pangan memiliki perhatian dan kepedulian pada peningkatan gizi masyarakat melalui program Bulog Peduli Gizi.
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Herman Herry menyalurkan bantuan ribuan paket beras dari Ketua DPR RI Puan Maharani kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemberian bantuan Beras Fortivit melalui program Bulog Peduli Gizi ini sebagai salah satu bentuk keterlibatan mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting agar prevalensi bisa ditekan turun.
Budi Waseso menambahkan, pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) sebetulnya sudah siap membayar utang pemerintah kepada Bulog
Musim panen padi pertama diperkirakan mundur dari mulai Februari menjadi Maret-April.
Beras FortiVit ini adalah beras bervitamin yang salah satu kandungan vitaminnya untuk menanggulangi masalah kekurangan gizi dari ibu hamil sampai balita.
Ini merupakan tahun ketiga pemerintah tak membuka keran impor.
Bantuan yang disalurkan untuk tahap pertama kepada warga terdampak berfokus pada kebutuhan pangan berupa beras, mie instan, air mineral, dan sarden kaleng.
Begiatan ini merupakan komitmen nyata Bulog dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan guna menunjang gizi dan pertumbuhan Balita Bawah Garis Merah (BGM).
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, optimistis impor beras bisa dihentikan. Syaratnya, pemerintah harus terus menerus meningkatkan produksi dan menjaga stok beras nasional.