Krisis multidimensi di negeri ini sudah terjadi sejak sebelum pandemi Covid-19 terjadi di tanah air.
Pada masa krisis saat inilah kerja sama ASEAN bidang ketenagakerjaan harus semakin erat dan kompak, dengan solidaritas ASEAN inilah kita bisa bersama-sama segera keluar dari krisis, tanpa meninggalkan satu negara pun.
Blok Barat berusaha menghentikan apa yang dikatakannya sebagai kebijakan Belarus untuk mendorong para migran ke sana sebagai pembalasan atas sanksi sebelumnya. Belarusia telah menolak tuduhan itu.
PBB memperingatkan, sekitar 22 juta warga Afghanistan atau setengah dari negara itu akan menghadapi kekurangan pangan akut di bulan-bulan musim dingin karena efek gabungan dari kekeringan yang disebabkanpemanasan global dan krisis ekonomi yang diperparah pengambilalihan Taliban.
Ribuan migran dari Timur Tengah berkemah di perbatasan UE-Belarus, menciptakan pertikaian antara Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) di satu sisi dan Belarusia dan sekutunya Rusia di sisi lain.
Rusia adalah sekutu utama Belarusia, yang dituduh Uni Eropa melakukan "serangan hibrida" dengan menerbangkan ribuan migran, terutama dari Timur Tengah, dan mendorong mereka untuk mencoba menyeberang secara ilegal ke Polandia.
Upaya nasional dan internasional sejak itu telah dilakukan untuk menyelesaikan krisis, sementara pengunjuk rasa pro-demokrasi telah menggelar demonstrasi massa mengecam kudeta.
Fu menyoroti beberapa area prioritas untuk Singapura di COP26, termasuk menyelesaikan negosiasi di bawah Program Kerja Perjanjian Paris.
Krisis iklim terus menjadi ancaman bagi seluruh umat manusia. Komitmen untuk mengatasi perubahan iklim harus dijaga karena krisis akibat perubahan iklim akan berdampak negatif bagi pencapaian SDGs. Kita harus berinvestasi untuk masa depan sehingga green economy harus jadi strategi bersama.
Saya rasa rencana Singapura ini tidak main-main. Karena mereka sedang mengalami masalah energi. Ini kesempatan bagi Indonesia yang memperluas ekspor energi.