Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman menegaskan bantuan excavator yang diberikan Kementan untuk mengoptimasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), harus digunakan secara berkelompok seperti brigade.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hari ini (25/5) meninjau langsung dua lokasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel yang termasuk dalam program Serasi.
Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) mendapat sambutan positif dari daerah yang memiliki lahan rawa.
Lahan sawah eksisting di rawa saat ini ada sekitar 1.05 juta hektare yang berpotensi ditingkatkan IP-nya dari 100 menjadi 300 dan provitasnya dari dua menjadi enam ton per hektare.
sejak pembukaan rawa untuk sawah tahun 1969 hingga saat ini (selama 50 tahun) perbaikan infrastruktur air hanya sedikit saja
Untuk mendukung optimalisasi ini, Kabupaten Wajo akan diberi bantuan 10 unit Exapator dan puluhan unit traktor.
Kementan telah menyalurkan bantuan excavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumsel
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa lahan rawa di Kalimantan Selatan mampu menopang pangan di luar Jawa.
Dedi menjelaskan bahwa pemerintah saat ini belum banyak membuka rawa baru untuk lahan sawah, karena lebih fokus pada optimalisasi lahan sebelumnya.
Lahan tersedia yang bisa dimanfaatkan secara langsung saat ini seperti semak belukar, yaitu sekitar 7,5 juta hektare, yang terdiri 5,1 juta.