Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah perusahaan startup yang dikelola Kemristekdikti, dan kinerja publikasi ilmiah internasional Indonesia.
Nasir menuturkan, saat ini publikasi ilmiah bersertifikasi internasional yang dimiliki Indonesia berjumlah 16.528. Perolehan tersebut tidak terpaut jauh dari Malaysia
Hingga pelaksanaan Asian Games kurang dari 37 hari lagi, publikasi dan informasi di media masih jauh dari cukup.
Publikasi penelitian itu merupakan salah satu penelitian yang mengupas model bisnis hidroponik atap gedung yang komprehensif.
Per 22 Juni 2018, Indonesia sudah menempel ketat Malaysia, yang memiliki jumlah publikasi ilmiah tertinggi se-ASEAN.
Saat ini DOI banyak dimanfaatkan untuk mengidentifikasi informasi terkait berita, data pemerintahan atau kegiatan akademik seperti publikasi ilmiah.
Dari total 51.158 yang terdaftar di ISSN, hanya 530 jurnal yang terakreditasi di LIPI dan Kemristekdikti.
Padahal potensinya bisa mencapai 151 ribu publikasi internasional per tahun
Artinya, kini di Asean Indonesia hanya kalah dari Malaysia yang berada di posisi pertama dengan jumlah 5.999 publikasi ilmiah.
Padahal kewajiban yang dikenakan kepada para guru besar di Indonesia tergolong ringan