Pernyataan keprihatinan ICC pada Rabu (22/3) datang setelah mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengancam akan menyerang pengadilan kejahatan perang di Den Haag dengan rudal hipersonik.
Presiden Rusia Vladimir Putin jelas telah melakukan kejahatan perang dan keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya dibenarkan.
Marcos Jr sebut Filipina tak berencana gabung ICC.
Lebih dari 40 Negara sepakat kerja sama selidiki dugaan kejahatan perang Rusia
Agen Militer Rusia Diduga Ingin Menyusup ke Kantor ICC
Selidiki Kejahatan Perang, ICC Kirim Tim Penyelidik Terbesar ke Ukraina
Kyiv memuji putusan itu sebagai "kemenangan penuh" dengan mengatakan akan terus mengejar kasus itu "sampai warga Ukraina dapat kembali ke kehidupan normal."
Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 24 Februari belum menggulingkan pemerintah di Kyiv tetapi ribuan orang diyakini tewas atau terluka.
Duterte menyebabkan kemarahan internasional dengan perangnya terhadap narkoba dan telah menantang ICC untuk menyelidiki dia atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
ICC telah menghabiskan 15 tahun menyelidiki tuduhan kejahatan perang di Afghanistan sebelum membuka penyelidikan penuh tahun lalu.