Partai yang mengaku Soekarnois dan peduli terhadap wong cilik mendapat kritikan terkait dukungan terhadap calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta.
Partai Golkar meminta agar PDIP tidak memonopoli tim pemenangan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI.
Partai pendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat mulai pecah kongsi.
Agus Yudhoyono diusung empat partai politik untuk maju pada Pilkada DKI.
PDIP meminta agar ketua tim pemenangan Ahok-Djarot disesuaikan pada jumlah suara partai yang tergabung dikoalisi.
Hasil pertemuan empat pimpinan Parpol di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengerucut dua nama sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
Setelah menyatakan keluar dari kader dan anggota PDI Perjuangan (PDIP), Boy Sadikin menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Apa pembahasannya?
Golkar mulai bereaksi dengan ketidaknyamanan atas sikap PDIP yang memunculkan klaim sebagai "partai pengusung utama" pasangan cagub-cawagub petahana Ahok-Djarot.
Pasca PDIP memutuskan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Pilkada DKI, politikus PDIP Boy Sadikin resmi mengundurkan diri sebagai kader maupun anggota partai.
Partai politik (Parpol) pendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat dinilai hanya sebatas `cangkangnya` atau tingkat alite partai.