Menurutnya pidato Presiden lebih banyak berisi asumsi dan harapan, namun kurang berpijak pada kenyataan di lapangan di saat pandemi ini. Angka-angka asumsi yang disampaikan sangat optimistis, baik angka pertumbuhan ekonomi maupun tingkat pengangguran dan kemiskinan. Namun sayang, asumsi terhadap indikator penanganan Covid-19 sama sekali tidak diungkap.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan, rakyat semakin membutuhkan kehadiran kebijakan dan program pemerintah yang efektif dalam memberikan perlindungan baik dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 adalah sebesar Rp2.708,7 triliun.
Pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp427,5 triliun dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah terus melakukan perluasan akses pasar (ekspansi) produk-produk dalam negeri.
Presiden RI Jokowi menyampaikan, meskipun saat ini negara sedang berkonsentrasi dalam menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda besar menuju Indonesia Maju tidak berkurang sedikit pun.
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, seluruh masyarakat merasakan dampak yang sangat merugikan. Dimana, hampir seluruh aktivitas masyarakat berhenti dan berdampak pada menurunnya derajat kesejahteraan.
Keberadaan PPHN yang bersifat arahan dipastikan tidak akan mengurangi kewenangan pemerintah untuk menyusun cetak biru pembangunan nasional baik.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memimpin Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2021, yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma’ruf Amin, Senin (16/8).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini aktif memberikan kritik terhadap Pemerintah atas penanganan pandemi Covid-19.