Daerah terparah diguncang gempa pada Rabu (7/12) adalah Kecamatan Pante Raja, Bandar Dua, Tringgadeng, Meureudu, Bandar Baru dan Alee Glee.
Jumlah korban luka berat dan ringan akibat gempa tersebut mencapai 565 orang yang saat ini dirujuk ke RSUD Bireun, RSUD Sigli, RSUD Pidie Jaya, dan RSUD Banda Aceh.
Warga pun secara bersama-sama membersihkan puing reruntuhan, lantas memasang terpal berwarna biru serta tikar untuk pelaksanaan shalat Jumat.
Tiga kabupaten masuk dalam status tangap darurat, yakni Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.
Prihatin atas gempa bumi yang terjadi di Aceh, Lembaga Dakwah PBNU menggelar doa bersama, Kamis (8/12).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirim tim medis beranggotakan 10 orang lengkap dengan peralatan media ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
BPPT menyebut gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh memiliki kekuatan setara dengan 4-5 kali kekuatan bom Hiroshimo, Jepang pada Perang Dunia II.
Saat itu cuaca mendung dan kedua kedua korban tersebut mengambil jerami untuk menutup tumpukan padi yang baru dipanen agar tidak basah jika hujan.
Pemerintah diminta bergerak cepat dapat mengatasi dan menyalurkan bantuan atas peristiwa gempa bumi berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Aceh.
Akibat gempa bumi tektinik kekuatan 6,5 SR di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mengakibatkan 20 orang meninggal dunia dan sejumlah rumah roboh.