Pimpinan DPR menyayangkan insiden penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov ditembak mati oleh oknum aparat kepolisian.
Sumber-sumber dari pengguna media sosial Twitter di Turki mempublikasikan tentang latar belakang polisi itu.
Seorang pejabat Rusia dilansir Tass mengatakan cairan itu dikemas dalam botol dan disertai label yang menyebutkan kandungan alkoholnya 93%.
Pria bersenjata penembak Karlov tersebut dilumpuhkan segera setelah serangan itu.
Belum lama ini, Presiden Barack Obama yang berasal dari Partai Demokrat menyatakan kepada National Public Radio bahwa AS akan menindak Rusia.
Otoritas Rusia menyatakan tidak tertarik dengan rencana serangan di Idlib, Suriah setelah evakuasi di Aleppo yang memakan banyak korban.
Pengungsian dilakukan dari benteng terakhir pemberontak di Aleppo sejak kamis (15/12) berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Turki dan Rusia
Harap ingat Vladimir Putin pernah menganggap Hillary telah mengintervensi pemilihan dia (Pemilu Rusia), pemilu legislatif pada Desember 2011.
Ternyata Komisi Nasional Republik (RNC) juga diretas Rusia, namun dalam kasus yang satu ini, Rusia tidak menyebarluaskan email-email milik Republik.
Beruntung sistem keamanan bank sentral Rusia mampu mencegah dampak yang lebih serius