Menurut Anwar, foto itu dikirim oleh Sugito. Dari keterangan Sugito, kata Anwar, dirinya mengetahui adanya pertemuan antaran Mendes Eko dengan Anam.
Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Sigit Yugoharto. Sigit diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Setia Budi.
Diduga Setia Budi memberikan satu unit motor Harley-Davidson seharga Rp 115 juta kepada Sigit. Diudga pemberian motor gede (Mogo) itu untuk mempengaruhi hasil pemeriksaan.
Dalam kesaksiannya, Novanto mengaku pernah menghadiri pelantikan Ketua BPK, Harry Azhar Azis. Namun, dia berdalih tak pernah bertemu mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni.
Sugito dan Jarot dinilai terbukti menyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli sebesar Rp 240 juta terkait pemberian opini WTP Kemendes.
Mukhlis dalam BAP-nya menjelaskan, jika dirinya sempat melaporkan kepada Direktur Jenderal PPMD Ahmad Erani Yustika, tentang perintah untuk mengumpulkan sejumlah uang.
Menurut Jaksa upaya penyamaran atau penyembunyian asal usul harta kekayaan Ali Sadli dalam kurun waktu 2014 sampai dengan Mei 2017.
Selain Mobil, Ali Sadli juga menerima gratifikasi sebesar Rp 10.519.836.000 dan 80.000 dolar Amerika Serikat. Penerimaan gratifikasi itu terjadi selama kurun waktu tahun 2014 sampai 2017.
Sejak 2014 sampai 2017, Sadli menjabat sebagai Kepala Sub Auditorat III B.2 Auditor Utama Keuangan III BPK dan Pelaksana tugas kepala Auditorat III B pada AKN III BPK.