Pasukan Rusia membunuh hampir 300 warga sipil saat mereka mundur dari kota dekat Kyiv.
Sebagian besar korban ini disebabkan oleh penggunaan senjata peledak di daerah berpenduduk dengan daerah dampak yang luas.
Puluhan orang tewas pasca pasukan Rusia melancarkan sejumlah serangan udara di fasilitas militer besar Ukraina, yang berlokasi di Kota Lviv dekat perbatasan Polandia. Ini merupakan serangan paling barat sejak Moskow melancarkan invasi pada 24 Februari.
Dinas intelijen Ukraina mengatakan tujuh, termasuk satu anak, tewas saat mereka melarikan diri dari desa Peremoha dan bahwa penjajah memaksa sisa-sisa pasukan untuk kembali.
Wakil Wali Kota Mariupol, Sergei Orlov, yang saat terkepung di Ukraina selatan mengungkapkan bahwa tiga orang termasuk satu anak-anak tewas, dalam peristiwa pemboman rumah sakit bersalin oleh pasukan Rusia.
Satu terduga teroris jaringan jamaah islamiyah tewas ditembak akibat melawan.
Liga Inggris mengakhiri kontrak dengan kanal TV Rusia, Rambler (Okko Sport), di tengah invasi Moskow terhadap Ukraina yang memakan 474 korban tewas sejauh ini.
Badan intelijen pertahanan Ukraina mengklaim bahwa pasukannya berhasil membunuh Mayor Jenderal Angkatan Darat Rusia Vitaly Gerasimov,. Sejumlah perwira senior Angkatan Darat Rusia lainnya juga tewas atau terluka dalam aksi di dekat kota Kharkiv.
Menurut badan PBB, OHCHR, sebagian besar korban sipil tewas akibat penggunaan senjata peledak, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncur banyak roket serta serangan udara.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa operasi militer khusus di Ukraina berjalan sesuai rencana, dan memerintahkan kompensasi besar untuk tentara Rusia yang tewas dalam invasi.