Aksi bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur disebut sebagai perbuatan keji, biadab, dan pengecut
Sejumlah 14 orang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan korban luka-luka akibat teror bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.
Berbagai kasus teroris yang kembali muncul seperti penyerangan di Mako Brimob dan terakhir kasus bom bunuh diri gereja di Surabaya, menjadi momentum untuk mempercepat pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (PTPT) sebab sudah berkali-kali ditunda.
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengutuk keras tindakan teror peledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi.
belasungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap korban aksi teroris yang terjadi, Baik korban kerusuhan di Lapas Mako Brimob, maupun Korban dari aksi bunuh diri yang terjadi di Surabaya.
Terduga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja, Rusunawa Wonocolo, dan Mapolrestabes Surabaya sejauh ini terkait kelompok JAD Surabaya.
Menurut Heru, penerintah sudah tidak lagi mampu menjamin rasa aman bagi rakyat mapun aparatnya.
Seluruh otoritas keamanan dan masyarakat bertanggung jawab atas peristiwa yang memakan belasan korban jiwa itu.
Kejadian peledakan bom di Surabaya sangat menguras nurani dan akal sehat, terlebih anak-anak turut menjadi korban.
Pemberitaan teror dan peledakan bom di beberapa titik di Jawa Timur meninggalkan keresahan, pun halnya dengan anak-anak.