Pemindahan ibu kota ke Yerusalem dinilai akan menimbulkan konflik baru antara Palestina dan Israel
Setelah mengumumkan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem, Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi mencabut blokadenya di Yaman
Presiden Palestina mengatakan Amerika Serikat tidak dapat lagi menjadi mediator dalam perundingan damai Israel-Palestina. Ia menyebut Yerusalem akan tetapa menjadi ibukota.
Keputusan tersebut diyakini akan jadi api baru dalam konflik Palestina-Israel.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keputusan Washington untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Trump menyebut langkah ini sebagai upaya AS mendamaikan Palestina dan Israel.
Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus mempertahankan status quo Yerusalem.
Penjaga perbatasan tidak menemukan pergerakan rudal apapun dari Sinai ke Israel.
Pemindahan Kedubes AS ke Yerussalem, menurut Abu Zuhri sudah keterlaluan, dan berpotensi menyasar situs suci umat Islam
Walikota Israel Yerusalem, Nir Barkat mengatakan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem hanya dalam "dua menit"