Ketegangan antara Israel dan Palestina memuncak pada Jumat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyatakan pengakuan atas Yerusalem
Pertempuran antara Israel dan Palestina menggelegar pada Jumat (8/12) di Jalur Gaza setelah pesawat tempur Angkatan Udara Israel menyerang gerilyawan.
Hal ini pun sontak memancing kemarahan netizen.
Di Iran, demonstran membakar foto Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Presiden Donald Trump mengupload sebuah montase pendek dari ketiga pendahulunya yang menyuarakan dukungan Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengecam keras kebijakan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk memindahkan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah menyebut pengakuan Yerusalem (al-Quds) sebagai ibukota Israel merupakan penghinaan.
Duta Besar Palestina untuk Iran mengecam keputusan Presiden Amerika Seriakt, Donald Trump untuk mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Israel
Anggota parlemen Libanon Gazi Alridi mengatakan keputusan Donald Trump untuk memindahkan kedutaan Amerika Serikat ke Yerusalem sama sekali tidak terduga.
Irak menuntut pemerintah Donald Trump mundur dalam keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel