Miris saya mengikuti kabar kejadian di Grumbul Tajur, Banyumas. Ada delapan nyawa yang terkurung di bawah tanah tapi respon Pemerintah malah lamban. Mereka seperti tidak dihargai.
Mengaku sakit hati terhadap masjikannya yang juga bos sebuah hotel di Jakarta Barat, pelaku tega habisi nyawa korban
Kelihatannya tidak berimbang. Apalagi secara kemanusiaan hukuman ini kurang setimpal dengan jumlah korban dan nyawa yang hilang akibat tragedi ini.
Menurut dia, hilangnya nyawa pasien Ibu dan bayi dalam kandungan akibat tak ditangani segera adalah tragedi kemanusiaan yang harus menjadi perhatian berbagai pihak terkait.
Badan bencana Turkiye mencatat jumlah korban tewas yang dikonfirmasi negara itu pada Kamis malam menjadi 17.406, sementara jumlah nyawa yang hilang di negara tetangga Suriah mencapai 3.317.
MA sudah meneteskan darah, nyawa, dan harta benda untuk memerdekakan bangsa Indonesia.
Penegakan hukum tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, harus dilakukan seadil-adilnya. Jangan sampai hilangnya nyawa seratusan lebih orang tidak dipertanggungjawabkan.
Ibarat membeli kucing dalam karung, ‘kucingnya’ ini harus dikeluarkan agar segera ketahuan. Apa sebenarnya yang terjadi? Ratusan nyawa anak Indonesia, calon generasi penerus bangsa melayang, tapi informasi penyebabnya masih gelap dan sangat terbatas.
WHO Eropa perkirakan cacar monyet bakal renggut lebih banyak nyawa.
Hujan muson renggut nyawa 77 orang di Pakistan.