Aktivis Palestina menerbangkan layang-layang dan balon ke Israel sebagai bagian dari protes anti-pendudukan yang sedang berlangsung di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa warga Palestina telah mengadakan protes di Jalur Gaza dan Israel. Pada sore hari tanggal 23, puluhan orang Palestina membakar ban dekat pagar isolasi di perbatasan dengan Israel di sisi timur Jalur Gaza, menerbangkan layang-layang dan balon dengan bahan-bahan yang mudah terbakar ke Israel.
Ada yang berbeda dengan Kirab Pemuda yang dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan antar pemuda di daerah itu, Panitia Kirab adakan Festival Layang Dangung untuk membangkitkan kebersamaan antar mereka
Awal pekan ini, perdana menteri memperingatkan bakal melayangkan serangan lagi ke Palestina jika mereka tidak menghentikan pengiriman layang-layang pembakar dan balon yang dikirim ke perbatasan.
Serangan itu dikabarkan menargetkan sekelompok selebaran layang-layang di kota timur Deir al-Balah. Beruntung tak ada korban jiwa dalam penyerangan tersebut.
Israel mengatakan pihaknya menutup penyeberangan Kerem Shalom pada Senin untuk semua hal kecuali bantuan kemanusiaan yang mendesak untuk menanggapi layang-layang dan balon pembakar.
Jalur penyeberangan Kerem Shalom akan ditutup sebagai tanggapan atas "serangan layang-layang" oleh para aktivis Palestina
Pesawat militer menargetkan salah satu pelaku pengiriman "layang-layang pembakar" ke Israel.
Taktik menggunakan layang-layang menyala dan balon helium yang berisi bahan bakar terbakar untuk membakar wilayah Israel telah digunakan ratusan kali di masa lalu.
Empat jalan layang yang dibangun sejak awal 2017 berada di Dermoleng, Klonengan, Kesambi dan Kretek di Kabupaten Brebes dan Tegal yang seluruhnya berada di Jawa Tengah.