Tak detailnya para pembantu presiden menerjemahkan Program Asta Cita bidang Swasembada Pangan, akhirnya melahirkan jebakan baru bagi pemerintah.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong kawasan transmigrasi agar berkontribusi besar dalam program swasembada pangan nasional. Menurutnya, kontribusi dalam program itu di antaranya bisa dilakukan melalui peningkatan produksi beras.
Infrastruktur menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan swasembada pangan khususnya di Jawa Timur (Jatim).
Ketua Umum APROPI Yanno Nunuhitu mendukung penuh gerakan swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti efisiensi sumber daya manusia (SDM) dalam sejumlah program di Kementerian Pertanian (Kementan).
Dikatakan Mendes Yandri, untuk mensukseskan Swasembada Pangan, telah disiapkan sekurang-kurangnya Rp16 Triliun yang bersumber dari Dana Desa untuk Ketahanan Pangan.
Ini semua kan harus dimulai dari hulu, kita kan tidak mungkin tiba-tiba mengatakan swasembada tapi menanam saja tidak pernah. Nah proses ini kan harus kita lalui, mana mungkin kita membangun pabrik gula sementara tebu saja tidak punya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menggandeng civitas akademika, salah satunya dari Universitas Bengkulu untuk merealisasikan swasembada pangan
Kalau MBG ditingkatkan dan swasembada pangan dipercepat, dalam jangka panjang kita yang diuntungkan.
Wamentrans, Viva Yoga Mauladi menyampaikan ada tiga dasar pemikiran dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dijadikan sebagai kementerian tersendiri